Postingan

Pin

Fungsi LAN,WAN,WLAN

  Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN) berfungsi sebagai jaringan yang menghubungkan perangkat komputer dalam area geografis yang terbatas, seperti rumah, kantor, atau gedung. Kabel Ethernet sering digunakan sebagai media transmisi untuk mengirimkan data di antara perangkat yang saling terhubung. LAN memungkinkan kolaborasi sumber daya, seperti printer, file, dan koneksi internet, di antara perangkat yang berada dalam jarak dekat. Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN) melibatkan area lebih besar dibandingkan dengan LAN, seperti kota atau wilayah perkotaan. Teknologi canggih seperti serat optik atau jaringan nirkabel digunakan untuk menghubungkan beberapa LAN di area yang lebih luas. Biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh penyedia layanan atau organisasi regional, MAN dapat menghubungkan entitas seperti kampus universitas, perusahaan, atau pemerintahan kota. Wide Area Network (WAN) Wide Area Network (WAN) mencakup area yang lebih besar, bahkan...

IP Address

1. Class A Rentang: 1.0.0.0 – 126.255.255.255 Subnet mask default: 255.0.0.0 (/8) Digunakan untuk jaringan sangat besar 2. Class B Rentang: 128.0.0.0 – 191.255.255.255 Subnet mask default: 255.255.0.0 (/16) Digunakan untuk jaringan menengah 3. Class C Rentang: 192.0.0.0 – 223.255.255.255 Subnet mask default: 255.255.255.0 (/24) Digunakan untuk jaringan kecil (paling sering dipakai) 4. Class D Rentang: 224.0.0.0 – 239.255.255.255 Fungsi: Multicast (bukan untuk host biasa) 5. Class E Rentang: 240.0.0.0 – 255.255.255.255 Fungsi: Eksperimen / riset x

Apa itu NAT

Gambar
  Network Address Translation  

Penjelasan Router Statis Mikrotik

 -Router statis MikroTik adalah metode routing di MikroTik yang menggunakan rute manual ( static route ) untuk menentukan jalur paket data ke jaringan tujuan. Penjelasan singkat: Admin menentukan sendiri alamat jaringan tujuan dan gateway-nya Tidak berubah otomatis walaupun kondisi jaringan berubah Cocok untuk jaringan kecil, sederhana, dan stabil Kelebihan: Konfigurasi mudah Lebih ringan ( tidak pakai protokol routing ) Kekurangan: Tidak fleksibel Harus diubah manual jika ada perubahan topologi Contoh sederhana: Router A ingin ke jaringan 192.168.2.0/24 lewat gateway 192.168.1.2, maka dibuat static route ke alamat tersebut. Kalau mau, aku bisa ringkaskan lagi jadi 1 paragraf, atau kasih contoh konfigurasi MikroTik

Video Cisco Packet Tracert

Gambar
Pengenalan Fungsi Routing Dasar